Menelusuri Jejak Kata: Mengenal Tokoh-Tokoh Besar dalam Sastra Indonesia
Baca Selengkapnya →
Aku tersisih, bukan karena ketiadaan raga, namun karena riuh dunia yang enggan menyapa.
Aku tersungkur, bukan karena menyerah tanpa daya, melainkan setelah seluruh juang kutumpahkan di medan laga.
Jika kini aku kaku dan membatu, bukan berarti jemari ini enggan mengulur bantu; ia hanya sedang menjeda, memeluk lelah yang teramat tabah.
Dan bila hatiku sempat bergetar kecut, bukan berarti langkah ini surut sebagai pengecut. Sebab sekecil apa pun nyala yang tersisa, harga diri ini tetap berdiri, takkan pernah takluk oleh semesta.
Catatan Lampu Yang Redup adalah ruang digital untuk mengabadikan rasa dalam kata. Terima kasih telah berkunjung.