Irama Pengusir Dosa
Isi Karya
Di sunyi malam, tirai hati tersingkap,
Bukan dentuman guruh, tapi irama yang menangkap.
Alunan lembut, dari bibir yang meratap,
Lantunan suci, mengusir dosa yang senyap.
Setiap suku kata, adalah tetes air mata,
Membasuh debu khilaf, yang melekat di raga.
Tiada lagi angkuh, tiada lagi dusta,
Hanya pengakuan tulus, di hadapan Sang Pencipta.
Kita berdiri bersama, dalam satu getar rasa,
Menjadikan nada sebagai jembatan menuju nirwana.
Melodi harapan, memecah sekat di udara,
Menuntun jiwa yang lelah, kembali pada fitrahnya.
Oh, lantunan itu, adalah cahaya penghapus kelam,
Membebaskan beban berat, yang terpendam dalam.
Ketika suara mereda, dan hati terasa lapang dalam diam,
Dosa pun terhempas, hilang di telan malam.
Tinggallah damai, hening yang memeluk jiwa,
Kesucian yang kembali, tanpa ragu, tanpa jeda.
Bersama irama pengusir dosa, kita kembali padaNya,
Dalam janji yang baru, di pagi yang bercahaya.
Diskusi Pembaca