Bayangan di Jendela Waktu Simfoni Dalam Sunyi Tudingan di Atas Riak Kidung Pelarian di Tengah Cerca Temu di Lipatan Takdir Nyala Sunyi Tiga Takdir Antara Pena dan Wayang: Membedah Sosok Sujiwo Tejo sebagai Sastrawan atau Budayawan? Ziarah Dalam Kekosongan Irama Pengusir Dosa Tiga Pilar Malam Sunyi Dialektika di Tepi Cangkir Khidmat di Ruang Tak Bernama Remang Sunyi Sang Beludru Simfoni Padang Sunyi Kelaparan Sang Pujangga Bisu "Cawan yang Pecah dan Bintang yang Terlarang" Menelusuri Jejak Kata: Mengenal Tokoh-Tokoh Besar dalam Sastra Indonesia Nakhoda di Lautan Angkuh Revolusi Estetika: Peran Vital Chairil Anwar dalam Transformasi Puisi Modern Indonesia "Cawan yang Pecah dan Bintang yang Terlarang" Pelabuhan Jiwa Menelusuri Jejak Kata: Mengenal Tokoh-Tokoh Besar dalam Sastra Indonesia Tempaan Luka di Ambang Fajar Si Binatang Jalang: Kisah Epik Chairil Anwar dalam Merevolusi Sastra Indonesia Sia-sia yang Kupeluk

Kidung Pelarian di Tengah Cerca

Kidung Pelarian di Tengah Cerca

Isi Karya

Hari ini, udara tebal, bukan embun yang membasahi
Tapi beban tak kasat mata, di setiap denyut nadi.
Angin tak sekadar bertiup, ia datang menguji
Membawa cambuk dari pasir, merobek janji .

Kau berlari, bukan menuju fajar yang ramah
Tapi menjauh dari jeritan, dari fitnah yang membara.
Setiap jejak adalah upaya, napas yang terengah
Mencoba menembus tirai, menuju ruang tanpa bahaya.

Di belakangmu, suara tajam, 'Dia memaki'
Kata-kata itu bukan desau, tapi batu yang dilempar.
Menudingmu lumpuh, menertawakan mimpi yang mati
Membuat beban di punggung, serasa memanggul sebaris pagar.

Dan alam pun ikut menimpali, menabuh genderang murka
Langit mendung bukan teduh, tapi wajah yang berkerut.
'Alam mencaci', melalui guruh dan kilat yang menyangka
Bahwa kau tak pantas, bahwa langkahmu tak berakar kuat.

Di antara badai caci dan terpaan angin dusta
Pelarianmu adalah sebuah deklarasi bisu.
Bahwa raga boleh lelah, tapi jiwa takkan sirna
Kau berlari, menantang ujian, mencari makna di balik pilu.

Diskusi Pembaca

// Comment Logic loadComments(126); async function loadAiReview(id, type) { const container = document.getElementById("aiReviewContainer-" + id); container.innerHTML = "
Menganalisis konten...
"; try { const res = await fetch("ai_comment.php?id=" + id + "&type=" + type); const data = await res.json(); if (data.status === "success") { container.innerHTML = data.comment; } else { container.innerHTML = "
Gagal memuat analisis.
"; } } catch (e) { container.innerHTML = "
Error koneksi.
"; } } async function postManualComment(id, type) { const name = document.getElementById("userCommentName").value.trim(); const content = document.getElementById("userCommentText").value.trim(); if(!name || !content) { alert("Mohon isi nama dan komentar."); return; } // Simple POST (you would implement a real endpoint for this) appendCommentHTML({name: name, content: content, time_display: "Baru saja"}); document.getElementById("userCommentText").value = ""; alert("Komentar terkirim!"); }
Next: 30s
Chat Pemilik