Nakhoda di Lautan Angkuh
Isi Karya
Mengarungi samudera di dadamu yang sempit,
Di mana aku hanyalah buih yang terhimpit.
Kau ciptakan badai dari keangkuhan yang tinggi,
Lalu menyalahkan langit saat sauh tak lagi berdiri.
Jari jemarimu adalah telunjuk yang tajam,
Menusuk pundakku saat senja mulai kelam.
Setiap lubang di kapal kau sebut dosaku,
Padahal egomu yang meretakkan kayu dan paku.
Kita karam dalam samudera pembenaran,
Di mana kau adalah raja dalam istana kesalahan.
Menganalisis konten...
";
try {
const res = await fetch("ai_comment.php?id=" + id + "&type=" + type);
const data = await res.json();
if (data.status === "success") {
container.innerHTML = data.comment;
} else {
container.innerHTML = "Gagal memuat analisis.
";
}
} catch (e) {
container.innerHTML = "Error koneksi.
";
}
}
async function postManualComment(id, type) {
const name = document.getElementById("userCommentName").value.trim();
const content = document.getElementById("userCommentText").value.trim();
if(!name || !content) { alert("Mohon isi nama dan komentar."); return; }
// Simple POST (you would implement a real endpoint for this)
appendCommentHTML({name: name, content: content, time_display: "Baru saja"});
document.getElementById("userCommentText").value = "";
alert("Komentar terkirim!");
}
Diskusi Pembaca