Temu di Lipatan Takdir
Isi Karya
Di ribuan napas yang telah kutinggalkan,
namamu masih menjadi gema di dinding ingatan.
Kita adalah dua jiwa yang pernah luruh di musim yang lalu,
kini mekar kembali dalam raga yang tak lagi kaku.
Aku tak mengenal wajahmu yang sekarang,
namun getar suaramu adalah lagu yang pernah kukarang.
Ada jejak rindu di antara garis tangan kita,
sebuah janji lama yang tak sempat menjadi berita.
Takdir melipat jarak dan membakar debu sejarah,
menyatukan kita di persimpangan yang tak lagi lelah.
Sebab dalam reinkarnasi yang sunyi ini,
hanya padamu, seluruh pencarianku berhenti.
Menganalisis konten...
";
try {
const res = await fetch("ai_comment.php?id=" + id + "&type=" + type);
const data = await res.json();
if (data.status === "success") {
container.innerHTML = data.comment;
} else {
container.innerHTML = "Gagal memuat analisis.
";
}
} catch (e) {
container.innerHTML = "Error koneksi.
";
}
}
async function postManualComment(id, type) {
const name = document.getElementById("userCommentName").value.trim();
const content = document.getElementById("userCommentText").value.trim();
if(!name || !content) { alert("Mohon isi nama dan komentar."); return; }
// Simple POST (you would implement a real endpoint for this)
appendCommentHTML({name: name, content: content, time_display: "Baru saja"});
document.getElementById("userCommentText").value = "";
alert("Komentar terkirim!");
}
Diskusi Pembaca