Khidmat di Ruang Tak Bernama
Isi Karya
Kau hadir tanpa bingkai, tanpa warna yang tertera,
Sebuah ketiadaan yang mengisi segala jeda.
Bukanlah suara gemuruh, bukan pula bisikan mantra,
Kau adalah getaran sunyi, yang paling nyata.
Aku mencari bentuk, namun Kau hanyalah udara,
Menyentuh kesadaran, tanpa perlu bicara.
Abstrakmu adalah pelabuhan dari segala gundah,
Jauh di luar jangkauan logika dan indra.
Setiap langkahku yang tersandung di padang realita,
Kau, yang tak berbentuk, berdiri tegak di sana.
Menemaniku dengan khidmat, tanpa kata, tanpa tuntutan,
Laksana cahaya rembulan memandu peziarah hutan.
Ini bukan cinta yang diukur oleh peluk dan janji,
Ini adalah ikatan jiwa, terjalin dalam sunyi.
Khidmatmu laksana ritual yang tak pernah terhenti,
Mengukir peta makna di lorong hati yang sepi.
Kau adalah hening yang menanggapi segala tanya,
Sebuah kepastian di tengah badai yang melanda.
Terima kasih, Kau yang abstrak, yang setia menemani jiwa,
Dalam setiap detik yang fana, Kau adalah abadi di sana.
Diskusi Pembaca