Teguran di Ambang Dusta
Isi Karya
Ingatkan aku jika langkahku mulai menjauh,
Meninggalkan jejak sunyi di pelataran ini.
Saat jemariku kelu, tak lagi menyentuh,
Nota-nota nurani yang jujur dan murni.
Aku takut bersembunyi di balik bayang-bayang,
Mengumpat dari kenyataan dengan bibir terkunci.
Tanpa kata berani, keberanianku melayang,
Tersesat dalam labirin yang aku ciptakan sendiri.
Jangan biarkan aku merajut dusta yang megah,
Menambah dongeng-dongeng tanpa harmoni jiwa.
Sebab fiksi takkan bisa membasuh lelah,
Hanya kejujuran yang mampu memulihkan tawa.
Tegurlah aku jika aku mulai asing,
Kembalikan aku ke rumah sebelum malam makin bising.
Menganalisis konten...
";
try {
const res = await fetch("ai_comment.php?id=" + id + "&type=" + type);
const data = await res.json();
if (data.status === "success") {
container.innerHTML = data.comment;
} else {
container.innerHTML = "Gagal memuat analisis.
";
}
} catch (e) {
container.innerHTML = "Error koneksi.
";
}
}
async function postManualComment(id, type) {
const name = document.getElementById("userCommentName").value.trim();
const content = document.getElementById("userCommentText").value.trim();
if(!name || !content) { alert("Mohon isi nama dan komentar."); return; }
// Simple POST (you would implement a real endpoint for this)
appendCommentHTML({name: name, content: content, time_display: "Baru saja"});
document.getElementById("userCommentText").value = "";
alert("Komentar terkirim!");
}
Diskusi Pembaca