Simfoni Penggantian Abadi
Isi Karya
Di bilik hati, bersemayam lara yang lama,
Beban yang dingin, seberat batu karang.
Setiap hembusan adalah jerit tanpa nama,
Menunggu fajar di rimba yang terlarang.
Kita memeluk duka dalam kain yang lusuh,
Menghitung hari dengan bilur yang menganga.
Lalu datanglah keheningan yang tak terjamah,
Sebuah bayangan yang rela menanggung segala.
Ia tak bersuara saat mahkota duri ditanam,
Tak berbalik saat cawan pahit diulurkan.
Sakit kita yang seharusnya menjadi penghantam,
DiambilNya, ditukar dengan kedamaian abadi yang tak tertandingkan.
Kini, rantai telah putus, luka telah tertutup,
Kita berjalan bebas di padang rumput hijau.
Bekas sakit itu telah lenyap, tertiup,
Tergantikan oleh anugerah yang memancar dari kayu.
Oh, ajaibnya misteri substitusi yang hening ini,
Kita berdiri tegak, meski tak layak berdiri.
Sebab ada Cinta yang menjadi harga diri,
Menyembuhkan sakit kita, menggantinya dengan kemuliaan surgawi.
Diskusi Pembaca