Jejak Sunyi Para Pelopor
Isi Karya
Mereka adalah akar yang menancap jauh ke bumi,
Pondasi kokoh di atas bukit yang penuh misteri.
Saat dunia masih berupa kanvas yang kosong dan bisu,
Mereka merangkai mimpi, menjahit benang waktu.
Mereka yang mendahului, tak pernah kulihat wajahnya,
Namun kekuatan mereka terasa di setiap nafas, setiap denyut nadi yang ada.
Melangkah di hutan belantara, tanpa peta, tanpa kompas,
Membelah badai demi memastikan esok tak lagi terlepas.
Keringat mereka adalah sungai yang mengalir deras,
Menyuburkan padang tempat kini ku berdiri bebas.
Setiap batu yang tersusun, setiap garis yang tergaris,
Adalah cerita pilu dan janji yang mereka waris.
Kudengar bisikan mereka dalam hening perpustakaan tua,
Dalam setiap kebijaksanaan yang kini mulai kuraba.
Warisan mereka bukan emas, bukan pula mahkota bertahta,
Namun suluh api yang tak pernah rela menjadi buta.
Di jejak-jejak sunyi yang ditinggalkan oleh kaki mereka,
Aku menunduk hormat, menyerap setiap makna.
Aku hanyalah kelanjutan dari babak yang telah rampung,
Memikul estafet cahaya, agar masa depan tak terhalang mendung.
Terima kasih, wahai jiwa-jiwa yang telah pergi dahulu,
Panduanmu abadi, menuntun langkahku yang baru.
Diskusi Pembaca