Menelusuri Jejak Kata: Mengenal Tokoh-Tokoh Besar dalam Sastra Indonesia
Baca Selengkapnya →
Meja ini masih sama, dingin dan berdebu,
Namun namaku perlahan menguap ditiup angin lalu.
Dahulu aku adalah roda yang berputar kencang,
Kini bagai kertas usang di sudut ruang yang remang.
Langkah kaki mereka melewati kubikelku tanpa suara,
Diskusi-diskusi hangat kini menjadi rahasia.
Aku ada, namun kasat mata dalam hiruk-pikuk target,
Dibuang perlahan, digantikan mesin yang lebih awet.
Keringat kemarin tak lagi punya nilai guna,
Hanya menjadi sejarah yang lekas sirna.
Di sini aku berdiri, menatap layar yang sepi,
Menanti waktu dibuang sepenuhnya dari mimpi.
Catatan Lampu Yang Redup adalah ruang digital untuk mengabadikan rasa dalam kata. Terima kasih telah berkunjung.