The Panther
Oleh: Rainer Maria Rilke
### Versi Asli (Bahasa Jerman)
Sein Blick ist vorübergegangen,
das Vorübergehen ist ihm zur Gewohnheit geworden.
Er sieht keine Reihen mehr,
denn was in ihm vorübergeht,
sieht er nur noch vorübergehen.
Er will kaum noch sie sehen,
will kaum noch sie fühlen.
Doch wenn es in der Brust
den tiefsten Atemzug auslösen muß,
so öffnet sich die Welt so weit
wie für den Beter.
Die Pfoten liegen im Raum
und strecken sich in das Unendliche,
und alles wird zum Anblick
des Wunders, das immer nur
anfängt.
Er will gar nicht mehr,
er will nur noch das eine sein,
das einzig mögliche,
das einzige, das ist.
Er will das eine sein,
das einzige, das ist.
***
### Terjemahan Bahasa Indonesia
Matanya telah melewati,
lewatnya sudah menjadi kebiasaannya.
Dia tak melihat lagi barisan,
sebab apa yang lewat di dalamnya,
dia hanya melihat lewat.
Dia hampir tak ingin melihatnya lagi,
hampir tak ingin merasakannya lagi.
Namun ketika di dada
menuntut napas dalam sekali,
maka dunia terbuka lebar
seperti untuk orang yang berdoa.
Kaki-kakinya berada di ruang
dan meregang ke tak terbatas,
dan segalanya menjadi pandangan
dari keajaiban yang selalu baru
yang baru saja dimulai.
Dia tidak ingin lagi,
dia hanya ingin menjadi satu,
yang mungkin,
yang ada.
Dia ingin menjadi satu,
yang ada.