A Season in Hell
Oleh: Arthur Rimbaud
Badai yang datang dari laut merah,
Menghantam langit dengan sayap yang lelah,
Membawa hujan dan badai yang mengerikan,
Menghancurkan bunga-bunga yang indah.
Aku merasa lelah, aku merasa sedih,
Aku merasa seperti sedang berjalan di padang pasir,
Tanpa tujuan, tanpa arah, tanpa cinta,
Hanya kesunyian dan kekosongan yang ada.
Aku mencari cinta, aku mencari kebahagiaan,
Tapi semuanya hanya impian yang sia-sia,
Aku merasa seperti sedang terjebak dalam labirin,
Tanpa jalan keluar, tanpa harapan.
Aku melihat dunia dengan mata yang sedih,
Aku melihat kehidupan dengan hati yang berat,
Aku merasa seperti sedang berjalan di tepi jurang,
Tanpa tangan yang menopang, tanpa suara yang menghibur.
Aku ingin melarikan diri, aku ingin melupakan,
Tapi semuanya hanya kenangan yang pahit,
Aku merasa seperti sedang terjebak dalam neraka,
Tanpa jalan keluar, tanpa cahaya yang memandu.
Aku merasa lelah, aku merasa sedih,
Aku merasa seperti sedang berjalan di padang pasir,
Tanpa tujuan, tanpa arah, tanpa cinta,
Hanya kesunyian dan kekosongan yang ada.
Namun, aku masih berharap, aku masih bermimpi,
Aku masih mencari cinta, aku masih mencari kebahagiaan,
Aku masih berjalan, aku masih berlari,
Menuju ke tujuan yang tidak pasti, menuju ke kebahagiaan yang tidak tentu.
Tapi, aku tahu, aku tahu,
Bahwa kebahagiaan itu hanya impian,
Bahwa cinta itu hanya ilusi,
Bahwa kehidupan itu hanya kesunyian dan kekosongan.
Aku merasa lelah, aku merasa sedih,
Aku merasa seperti sedang berjalan di padang pasir,
Tanpa tujuan, tanpa arah, tanpa cinta,
Hanya kesunyian dan kekosongan yang ada.